Minggu, 21 November 2021

Karya Pembelajaran Inovatif Media Alga Maji

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Kegiatan belajar di kelas menuntut seorang guru mengambil peran penting sebagai fasilitator, mediator, motivator, dalam menciptakan kondisi belajar yang berkualitas. Guru semestinya memiliki kompetensi dalam menciptakan kegiatan belajar yang berkualitas juga guru semestinya memiliki kompetensi menciptakan kondisi pembelajaran yang menjadikan peserta didik melakukan aktivitas belajar. Belajar tidak sekadar mengubah peserta didik dari tidak bisa menjadi bisa melalui pengalaman langsung yang mereka maknai dalam proses pembelajaran. Belajar bukan hanya proses yang bersifat satu arah, guru mentransfer dan memasukan pengetahuan secara langsung pada peserta didik. Tetapi sebuah proses yang menyenangkan agar kreativitas terus ditumbuh kembangkan.

Guru yang sedang mengajar di kelas adalah seorang sutradara yang mendesain sebuah skenario pembelajaran yang menjadikan peserta didik merasakan sebuah pengalaman belajar yang bermakna. Guru menjadi mediator yang menyiapkan segala hal sehingga peserta didik merasakan pengalaman belajar yang berkesan. Pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga mereka membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman yang didapatkan dalam proses belajar. Beban besar itu harus diwujudkan guru dengan menuangkan segala inovasi dan kreativitasnya, sehingga terciptalah kelas yang menyenangkan bagi siswa untuk betah berlama-lama belajar di dalamnya. Ketika itu telah terwujud maka guru telah berhasil membangun sebuah kondisi kelas perserta didik menjadi mencintai pembelajaran (Dahar, 2011: 45). Namun melihat kenyataan saat ini di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung pembelajaran PAI materi haji dan umrah, suasana kelas terkadang menjadi “penjara” bagi siswa dan banyak siswa yang tidak fokus dengan pelajaran yang telah diberikan guru selalu monoton dengan metode ceramah. Mereka seperti terkurung secara fisik dan psikis, sehingga yang terjadi mereka hanya menunggu waktu jam istirahat dan jam pulang sekolah. Dengan kondisi seperti ini kegiatan belajar mengajar menjadi suatu beban yang sangat berat bagi mereka. Hal ini disebabkan karena guru didalam kelas tidak mampu menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi peserta didik. Padahal dunia anak sekolah setingkat SMP adalah dunia bermain, mengapa tidak di dalam kelas guru mendesain pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga peserta didik akan menikmati setiap detik dari proses pembelajaran yang disajikan guru.

Dengan keadaan demikian, penulis mencoba untuk merubah metode pembelajaran PAI di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung dengan membuat suatu inovasi berupa media “Alga Maji” dan menampilkan media Video ritual Haji pada Materi Haji dan Umrah. “Alga Maji” adalah singkatan Alat Peraga Manasik Haji yang berupa tampilan minatur tempat pelaksanaan dan ritual haji. Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap metode pembelajaran materi haji di kelas XI A SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur, diperoleh hasil bahwa guru memberikan pembelajaran di kelas menggunakan metode ceramah yang disertai alat bantu berupa buku panduan yang diberikan oleh kementerian agama RI tanpa dilengkapi dengan media pembelajaran lain kurang dari KKM. Selain dilakukan observasi, dilakukan pula wawancara terhadap siswa kelas IX A dan diperoleh hasil bahwa kendala-kendala yang muncul ketika memberikan materi haji dan umrah di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung diantaranya tidak ada media atau alat peraga yang dapat memberikan gambaran tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah kepada kepada siswa kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung di kelas. Untuk mengatasi permasalahan diatas penulis berusaha untuk membuat sebuah inovasi, yaitu membuat media alat peraga manasik haji (Alga Maji) dan menampilkan video ritual haji dilayar proyektor. Inovasi ini tentunya diharapkan mampu mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0, membentuk karakter peserta didik dan meningkatkan proses serta hasil belajar peserta didik.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimanakah media “Alga Maji” dalam mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0?

2.      Bagaimanakah peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi haji dan umrah setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media “Alga Maji”?

C.    Tujuan

1.      Mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0.

2.      Meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik pada materi haji dan umrah

 

 

 

 

D.    Manfaat

1.      Bagi Peneliti

a.       Meningkatkan Kompetensi guru dalam bidang profesional dan kompetensi pedagogik.

b.      Meningkatkan keterampilan guru dalam membuat pembelajaran yang inovatif.

2.      Bagi Peserta didik

a.       Meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PAI

b.      Membentuk karakter peserta didik

c.       Meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pelajaran PAI.

3.      Bagi sekolah

a.       Memberikan motivasi kepada guru-guru di sekolah untuk berinovasi dalam penggunaan media pembelajaran di kelas.

b.      Memberikan kontribusi berupa karya media pembelajaran untuk dijadikan contoh dalam pembuatan media.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                              

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

A.    Konsep/ Teori yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran

Penggunaan Media “Alga Maji” merupakan kolaborasi antara metode tanya jawab dan diskusi serta mempresentasikan hasil pengamatan dan penilaian terhadap kegiatan manasik haji yang dilakukan kelompok temannya melalui tayangan video pembelajaran dan alat peraga manasik haji (Alga Maji). Metodenya adalah presentasi dengan cara menjelaskan tata cara pelaksanaan dan urutan pelaksanaan ritual haji, menjawab pertanyaan dan berdiskusi dalam kelompok di bantu dengan media IT. Diharapkan dengan pengaplikasian metode dan pemanfaatan media tersebut akan meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik.

1.      Media Pembelajaran “Alga Maji”

Daryanto (2012:5) berpendapat bahwa, kata media berasal dari bahasa latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Sedangkan menurut Arsyad (2007: 102), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian peserta didik agar proses belajar terjadi. Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan guru untuk membantu menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar materi yang disampaikan akan lebih mudah diserap dan dipahami.

Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan dan suasana belajar efisien dan efektif (Angkowo, 2007: 8). Berdasarkan pendapat tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah alat atau peristiwa yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan sehingga penerimanya dapat melakukan proses belajar efisien dan efektif guna mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Media “Alga Maji” adalah alat peraga miniatur manasik haji yang terdiri dari miniature kakbah, tempat melempar jumrah, bukitt safa dan marwah, dan tempat wukuf di arafah. Penggunaan alat peraga manasik haji merupakan pembelajaran yang menyenangkan dengan metode demontrasi yang menarik dan aktif. Diharapkan dengan adanya alat peraga ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pemilihan media pembelajaran materi haji dan umrah menggunakan alat peraga manasik haji (Alga Maji) dan Video ritual haji,diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar peserta didik di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung materi haji sehingga proses pembelajaran di kelas semakin menyenangkan dan membuat siswa fokus dengan kegiatan pembelajaran sehingga menimbulkan kecintaan terhadap proses pencarian ilmu pengetahuan, dalah pembelajaran telah berubah dari berpusat kepada guru (teacher’s center) menjadi berorientasi ke peserta didik (students oriented), peran guru sebagai fasilitator juga lebih menonjol.

 

1.      Hasil Belajar

Menurut Sudjana (2009: 15) hasil belajar merupakan aktivitas belajar yang dialami oleh seseorang yang memberikan perubahan perilaku dan pengetahuan. Hasil belajar juga merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan, pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan, dan lain sebagainya yang menuju pada perubahan positif. Jadi dengan adanya hasil belajar, orang dapat mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menangkap, memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Dalam inovasi ini hasil belajar yang dinilai adalah proses belajar berupa perwujudan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0 yaitu berfikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan juga proses-proses pembentukan karakter pada pembelajaran. Selain proses hasil belajar berupa pencapaian nilai evaluasi pengetahuan.

 

B.     Hasil Inovasi yang Relevan

1.    Penggunaan Metode Demontrasi dan Media Maket Ka’bah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Haji dan Umrah di kelas IX SMP Muhammadiyah Malang Tahun Pelajaran 2016/2017.

Muji Rahayu, (2015: 47 – 53). Pada inovasi ini penulis mengangkat pembelajaran PAI dengan metode demonstrasi dan menggunakan media maket ka’bah yang merupakan sebuah metode pembelajaran yang diaplikasikan pada media berupa alat peraga maket kakbah.

Kegiatan pembelajaran PAI materi haji dan umrah dengan metode demonstrasi menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Metode pembelajaran demonstrasi dengan penggunaan alat peraga maket ka’bah dapat meningkatkan motivasi serta hasil pembelajaran PAI pada siswa kelas IX. Metode ini digunakan oleh guru dengan menggunakan pemanfaatan barang bekas untuk membuat maket ka’bah banyak memberikan manfaat bagu pengetahuan siswa. Selain peserta didik memahami materi ajar sesuai dengan tujuan kompetensi yang akan tercapai, mereka juga dapat mempelajari media yang ada, sehingga kemampuan akademik dan daya imajinasi berjalan dengan seimbang.

 

2.    Penggunaan Media Audiovisual Haji untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Palembang Tahun Pelajaran 2016/2017.

Herman, (2016: 52 -58). Pada inovasi ini merancang dan mengembangkan sebuah video simulasi haji. Penggunaan alat peraga papan simulasi haji bertujuan untuk mempasilitasi dan mendorong siswa untuk memperaktekan dan mensimulasikan khususnya dalam memahami syarat, rukun serta tata cara haji dan umrah dan papan miniatur tempat ritual haji tersebut disesuaikan dengan karakter siswa, tingkat kesukaran, tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ingin di capai.

Berdasarkan semua proses dan pengembangan media, inovasi ini berhasil mengembangkan alat peraga yang sesuai bagi siswa untuk membantu mereka memahami tata cara pelaksanaan haji dan umrah. Guru juga dapat memodifikasi materi atau media, tergantung pada kebutuhan kelas, tujuan belajar, kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dengan penggunaan media dalam kelas diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar materi haji dan umrah di kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

 

A.    Ide Dasar

Menjadi guru pendidikan agama Islam memiliki kesan tersendiri bagi penulis. Ada tanggung jawab yang begitu besar yang diemban, tidak jarang harus menghadapi berbagai permasalahan yang terkait masalah pembelajaran di kelas dan juga pendidikan karakter yang harus ditanamkan oleh guru pendidikan agama Islam. Khusus untuk pendidikan di sekolah dan pembelajaran di kelas, berbagai permasalahan mungkin saja tidak akan menjadi sebuah masalah bila tidak ada kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Bila hanya ingin berpangkutangan menerima kondisi yang ada dan menikmati zona nyaman ketertinggalan serta sekadar mengugurkan kewajiban mengajar 24 jam, maka permasalahan di sekolah dan di kelas tidak akan terasa. Namun bila ditanamkan kepedulian dan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran, maka seluruh kekurangan yang ada harus dijadikan masalah yang harus segera dicari solusinya. Sehingga seluruh tantangan dan kendala yang ada berubah menjadi peluang dan motivasi untuk berbuat lebih baik dan bermanfaat.

Salah satu contoh kendala yang terjadi di SMP Negeri 4 Gantung untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah minimnya ketersediaan media pembelajaran khususnya materi haji dan umroh . Bagi guru yang tidak peduli, akan menganggap kendala ini bukan sebagai permasalahan yang harus diselesaikan, karena beranggapan masih dapat mengajar tanpa media pembelajaran. Berbeda dengan guru yang peduli dan memiliki komitmen meningkatkan hasil belajar siswa. Dirinya akan menganggap bahwa minimnya media pembelajaran adalah sebuah permasalahan yang harus diselesaikan dengan cara berusaha menyediakan media pembelajaran tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran bahwa media pembelajaran sangat membantu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. Kesadaran penulis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI materi haji dan umroh di kelas seperti yang telah diuraikan diatas, yang mendorong penulis untuk berusaha menyediakan dan menggunakan media pembelajaran untuk sejumlah materi pembelajaran pendidikan agama Islam. Bentuk usaha tersebut yaitu dengan cara mengembangkan sendiri media pembelajaran yang menggunakan bahan sederhana dan mudah diperoleh dilingkungan sekitar. Salah satu media pembelajaran yang telah dibuat oleh penulis yaitu media alat peraga manasik haji (Alga Maji). Media pembelajaran “Alga Maji” diperuntukkan untuk membantu siswa kelas IX A pada pembelajaran materi haji dan umrah mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) SMP serta dengan media “Alga Maji” siswa dapat mensimulasikan kegiatan manasik haji sementara ada siswa dari kelompok lain yang mengamati dan memberikan koreksi dan penilaian setelah itu siswa melakukan presentasi terhadap hasil pengamatan dan penilaiannya tersebut.

Materi pembelajaran haji dan umroh memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan materi lain. Haji dan umroh adalah serangkaian ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim dengan rukun dan syarat yang telah ditentukan. Namun untuk kegiatan pembelajaran di kelas metode yang dilakukan guru berupa metode ceramah sulit dipahami oleh siswa, dan banyaknya ritual pelaksanaan ibadah haji dan umroh sulit dipahami oleh siswa, sehingga membutuhkan alat peraga agar dapat memberikan pemahaman kepada siswa. Menurut Djamarah, dkk (2010:15), setiap materi pembelajaran yang membahas suatu yang konkret, hendaknya dilengkapi dengan miniatur atau alat peraga simulasi, tujuannya adalah untuk memudahkan siswa memahami materi pembelajaran tersebut.

Media pembelajaran “Alga Maji” yang digunakan penulis merupakan sebuah perangkat simulasi manasik haji yang berupa gambar miniatur tempat ritual ibadah haji dan umroh. Sejumlah bahan dasar alat peraga manasik haji dibuat dari barang bekas dan sederhana. Namun demikian, penggunaan alat peraga manasik haji ini yang berupa miniatur ritual ibadah haji ini mudah digunakan dan dipahami oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Kreativitas dalam pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan sehingga mampu membangun minat dan motivasi belajar peserta didik. Sehingga mudah bagi guru memusatkan perhatian peserta didik dalam pembelajaran. Penggunaan alat peraga manasik haji disajikan dengan tayangan media audiovisual tentang haji dan umrah.

 

B.     Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran

Berpijak dari sejumlah pendapat yang telah diuraikan sebelumnya, pada kesimpulan bahwa pembelajaran materi haji dan umrah akan semakin bermakna bila menggunakan alat peraga sebagai media pembelajaran, penulis kemudian merancang media pembelajaran yang dapat mensimulasikan kegiatan ibadah haji dan umrah serta berbentukan tayangan video ritual haji, bukan sekadar mengambarkan letak kakbah, Padang Arafah dan tempat lainnya saat ritual ibadah haji dan umrah. Media pembelajaran yang selain mampu menunjukkan letak kakbah dan padang arafah sebagai ritual wukuf yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji, juga dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang bacaan semua ritual ibadah haji dan umrah tersebut. Media pembelajaran yang kemudian diberi nama “Alga Maji” tersebut diyakini lebih baik, efektif dan praktis untuk digunakan oleh sekolah manapun dalam kegiatan pembelajaran pendidikan agama islam materi haji dan umrah. Keyakinan penulis didasari pada beberapa inovasi pembelajaran lain yang dikembangkan sebelumnya yang telah membawa dampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Padahal beberapa inovasi tersebut lebih sederhana dan belum mampu mendeskripsikan proses ritual ibadah haji dan umrah. Termasuk inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi yang sulit untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah yang ada di Belitung Timur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                       

 

Gambar 3.1 Tampilan Media “Alga Maji” (Alat Peraga Manasik Haji)

 

                        Perancangan media “Alga Maji” membutuhkan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat dilingkungan sekitar, selain itu, proses pembuatannya tidak panjang dan tidak rumit. Berikut tabel 3.1 yang menyajikan foto-foto proses pembuatan media “Alga Maji”.

 

 

 

Tabel 3.1. Foto-foto Proses Pembuatan Media “Alga Maji”

Siapkan Alat dan bahan

Menyiapkan bahan alas “Alga Maji”

Berupa Triplek dan kayu

Merangkai kayu alas “Alga Maji”

Merekatkan Triplek dan kayu dengan paku sebagai alas media “Alga Maji”

Papan Alas Media “Alga Maji” selesai di rangkai

Mengecat Papan Alas Media “Alga Maji”

 

 

Merancang miniatur masjidil haram,ka’bah,

Menempelkan miniatur masjidil haram,ka’bah, bukit safa dan marwa, mina, padang arofah dan musdalifah di papan “Alga Maji”

Membungkus miniatur ka’bah dengan kertas berwarna hitam

Menempelkan tulisan keterangan kegiatan haji di papan “Alga Maji”

 

C.    Proses Penemuan/ Pembaharuan

Alat peraga manasik haji (Alga Maji) merupakan sebuah media sederhana yang berupa tampilan maket kakbah, bukit safa dan marwah, mina dan adang arafah yang di rancang secara berurutan untuk membangun pembelajaran yang berkualitas. Dalam pembelajaran ini mengangkat pendekatan kontruktivistik, peserta didik membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dirasakan secara langsung dalam pembelajaran membentuk karakter peserta didik. Langkah awal yang dilakukan pada tahapan pembuatan yaitu menginventarisasi alat dan bahan-bahan yang akan digunakan pada saat melakukan rancang bagun alga maji. Alat yang dibutuhkan pada umumnya mudah diperoleh dilingkungan sekitar dan mudah digunakan. Demikian pula bahan-bahan yang digunakan, hampir seluruhnya terdapat dilingkungan sekitar. Sejumlah alat dan bahan yang digunakan tersebut disajikan pada dua tabel berikut.

Tabel 3.2. Alat yang digunakan untuk membuat “Alga Maji”

No

Alat

Kegunaan

1

Gergaji

Pemotong teriplek dan papan

2

Mesin Planer Serut Kayu

Untuk merapikan dan memuluskan permukaan papan dan kayu

3

Pisau Cutter

Pemotong plastik bening

4

Gunting

Pemotong kertas

5

Palu

Merekatkan paku ke teriplek

6

Amplas

Meratakan dan merapikan permukaan alas media

7

Penggaris

Sebagai alat menentukan garis potong

8

Lilin

Memanaskan plastik bening

 

Tabel 3.3. Bahan yang digunakan untuk membuat “Alga Maji”

No

Bahan

Kegunaan

1

Triplek

Dasar media

2

Papan ukuran kecil

Dasar media

3

Kotak bekas

Sebagai miniatur ka’bah

4

Paku kecil

Merekatkan papan pada triplek

5

Lem Aibon

Merekatkan bahan-bahan miniatur haji

6

Lem glukol

Merekatkan kertas

7

Kuas cat

Mengecat dan mewarnai media “Alga Maji”

8

Kertas amplop bekas

Sebagai miniatur bukit safa dan marwah

9

Isolatif

Merekatkan miniature ke papan media

10

Spidol

Menulis keterangan media

11

Kardus bekas

Sebagai miniatur masjidil haram

12

Kayu ukuran kecil

Sebagai miniatur tempat melontar jumrah di mina

13

Cat kayu cap kuda terbang

Mewarnai riplek dan kayu alas media “Alga Maji”

 

Selanjutnya, berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya, mulailah tahapan pembuatan bagian-bagian “Alga Maji”, yang nantinya akan dirancang dan disusun menjadi suatu media pembelajaran. Kelebihan dari media pembelajaran “Alga Maji”, yaitu dapat diurai kembali bagian-bagian utamanya setelah disatukan menjadi “Alga Maji”. Proses pembuatan bagian-bagian utama “Alga Maji” adalah sebagai berikut:

1.      Bagian Dasar “Alga Maji”

-          Untuk membuat bagian dasar sebagai alas alat peraga manasik haji, dibutuhkan papan tripleks sepanjang 80 x 60 cm, 4 buah potongan papan ukuran kecil 80 cm buah dan 60 cm 2 buah sebagai alas samping “Alga Maji”.

-          Keempat papan berukuran kecil kemudian direkatkan dengan paku sebagai bagian ujung media “Alga Maji”.

-          Setelah terbentuk dasar media “Alga Maji”, dicat alas “Alga Maji” yang ditempel di permukaan tripleks sebagai alat menempelkan minatur kegiatan ibadah haji.

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                Gambar 3.2 Bahan dan bagian dasar “Alga Maji”

2.      Bagian tampilan miniatur kakbah.

-          Untuk membuat tampilan menjadi menarik miniatur kakbah dipilih dari kotak berukuran kecil bekas yang berukuran tebal dan dicat berwarna hitam.

-          Membuat miniatur masjidilharam dibagian samping kakbah dari kardus bekas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 3.3. Bahan dan bagian dari miniatur kakbah dan masjidilharam

 

3.      Bagian tampilan miniatur bukit safa, marwah dan mina serta padang arafah dan tempat melontar jumrah.

-  Miniatur bukit safa dan marwah tempat pelaksanaan sa’i dibuat dari bahan batu  yang dirancang menyerupai dua bukit safa dan marwah.

-  Pada bagian padang arafah dibuat tenda-tenda yang berbahan gabus bekas tempat Jemaah haji melaksanakan wukuf.

- Agar lebih memudahkan siswa memahami materi, media “Alga Maji” ditulis keterangan-keterangan alur pelaksanaan dan tempat pelaksanaan rukun haji.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 3.4. Bagian tampilan miniatur bukit safa, marwah dan mina serta padang arafah dan tempat melontar jumrah.

 

 

D.       Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran

                        Setelah melalui beberapa proses pembuatan dan pengembangan, revisi dan uji coba terbatas, serta diseminasi (diuraikan pada bagian lain), media pembelajaran “Alga Maji” akhirnya siap diperkenalkan dan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Seluruh siswa kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung sebanyak 27 siswa, mengikuti pembelajaran pada hari rabu tanggal 19 September 2018. Pada pembelajaran tersebut, penulis menggandeng satu orang guru sebagai observer untuk melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran. Waktu yang digunakan yaitu selama 4 jam pelajaran, sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia bagi materi pelajaran haji dan umrah.  Langkah-langkah pembelajaran materi haji dan umrah menggunakan media “Alga Maji” dilakukan sebagai berikut:

1.      Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan kegiatan memberi salam, berdoa, membimbing siswa membaca surat pendek alqur’an, absensi kehadiran kelas dan pengkondisian kelas.

2.      Guru memberikan apersepsi dengan cara memberikan pernyataan dan pertanyaan tentang haji dan umrah.

3.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan jawaban dan pendapatnya tentang haji dan umrah.

4.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta menjelaskan hal-hal yang akan dilakukan pada proses pembelajaran.

5.      Guru menayangkan video ritual haji di layar proyektor.

6.      Guru meminta masing-masing siswa mengerjakan lembar tes (pretest) berisi 10 soal pilihan ganda yang berkaitan video haji dan umrah.

7.      Setelah seluruh siswa selesai mengerjakan lembar tes, guru kemudian memperkenalkan media pembelajaran “Alga Maji”, mulai dari tampilan serta penjelasan tentang manfaat “Alga Maji” dalam pembelajaran materi haji dan umrah.

8.      Guru meminta siswa membaca penjelasan tentang materi haji pada buku PAI yang telah disediakan.

9.      Guru meminta seluruh siswa berkumpul, membentuk satu kelompok dengan cara melingkari meja yang terdapat “Alga Maji”. Dalam kelompok besar tersebut, dibuat lagi empat kelompok kecil yang beranggotakan masing-masing 4 siswa.

10.  Guru menjelaskan “Alga Maji” dan memposisikan kegiatan ibadah haji dan umrah untuk melakukan simulasi pelaksanaan haji.

11.  Saat siswa melakukan pengamatan dan eksplorasi “Alga Maji”, guru membantu memberikan penjelasan tentang proses pelaksanaan rukun dan syarat haji.

12.  Setelah proses pelaksanaan haji telah disimulasikan, siswa setiap kelompok diminta mensimulasikan kegiatan haji melalui manasik haji di depan kelas.

13.  Setiap kelompok siswa melakukan pengamatan dan penilaian terhadap masing-masing kelompok kelas yang mensimulasikan manasik haji menentukan kesalahan atau ketepatan dari apa yang mereka amati.

14.  Setelah seluruh kelompok siswa selesai mempresentasikan hasil pengamatannya, dan masing-masing kelompok telah memberikan tanggapan, guru kemudian memberikan penjelasan utuh dan konfirmasi terhadap hasil yang dicapai siswa.

15.  Sebelum memberikan kesimpulan pembelajaran sebagai bagian penutup pembelajaran, siswa diminta mengerjakan kembali lembar tes (post test) berisi 10 soal pilihan ganda yang berkaitan dengan haji dan umrah.

                        Selama proses pembelajaran dilaksanakan, observer melakukan penilaian terhadap pembelajaran termasuk aktivitas dan minat siswa mengikuti pembelajaran. Hasil penilaian akan disampaikan pada bagian berikutnya. Hasil observasi penulis menunjukkan “Alga Maji” sangat menarik perhatian siswa sehingga seluruh siswa fokus mengikuti pembelajaran.

 

E.     Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran

            Untuk mengetahui kualitas media pembelajaran “Alga Maji” yang penulis kembangkan, penulis telah melakukan telah mengaplikasiakan media “Alga Maji” dalam kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Haji dan Umroh kelas IX A di SMP Negeri 4 Gantung.

            Tolak ukur keberhasilan dan pengaplikasian media “Alga Maji” dalam pembelajaran dapat dilihat dari hasil penilaian, baik pada proses pembelajaran maupun penilaian hasil belajar siswa.

1.      Hasil Observasi Pengaplikasian Media “Alga Maji” dalam Pembelajaran.

                               Berdasarkan lembar pengamatan proses pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”, terlihat bahwa semua aspek penilaian aktivitas peserta didik termasuk dalam kategori sangat baik dan baik.

Tabel 3.4. Hasil observasi aktivitas peserta didik dalam pembelajaran

Kelompok

Nama Siswa

Aspek Penilaian

Jumlah

Nilai

NIlai

Akhir

A 1-4

B 1-4

C 1-4

D 1-4

 

A

AA

4

4

4

4

16

100

A

AH

3

4

3

4

14

80

B

APA

3

4

3

4

14

80

B

AR

4

4

4

3

15

85

B

AW

4

4

3

4

15

85

B

 

B

AFS

4

4

3

4

15

85

B

B

4

3

3

4

14

80

B

CR

4

4

4

4

16

100

A

DS

3

4

3

4

14

80

A

D

3

3

3

4

13

75

C

DP

4

4

4

4

16

100

A

 

C

EMI

3

4

3

4

14

80

B

F

4

4

4

4

16

100

A

IYB

4

3

3

3

13

75

C

JS

4

4

4

4

16

100

A

MAS

4

3

3

3

13

75

C

 

D

NPS

4

4

4

4

16

100

A

NR

4

4

3

3

14

80

B

N

3

4

3

4

14

80

B

RR

4

4

4

4

16

100

A

RDP

4

3

3

4

14

80

B

 

E

RMY

4

4

4

4

16

100

A

SKW

4

4

3

4

15

90

B

SAK

4

4

3

4

15

90

B

TA

4

3

3

4

14

80

B

WGS

4

3

3

3

13

75

C

Y

4

4

3

4

15

80

B

Rata-rata

3,77

3,74

3,33

3,77

 

 

 

Nilai

94,17

94,01

84,00

94,17

 

 

 

            Keterangan:

                A = Berfikir dalam mencari jawaban

                B = Berkomunikasi aktif dalam pembelajaran                             Konvensi NA

                C = Berkolaborasi dalam kelompok                                                                A = 91-100

                D = Menunjukkan kreatifitas dalam menjawab                           B = 81-90

                Skor:                                                                                                                       C= 70-80

N = Jumlah Skor x 100

20

 

                4 = Sangat Baik                                                                                  

                3 = Baik

                2 = Cukup

                1 = Kurang

 

2.    Hasil Evaluasi Belajar Peserta Didik dengan Media “Alga Maji”

Berdasarkan post test setelah pelaksanaan pembelajaran dengan media “Alga Maji” Materi Haji dan Umroh pada peserta didik kelas IX A menunjukkan hasil pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.5. Hasil tes setelah implementasi menggunakan media “Alga Maji”

No

Nama Siswa

Nilai

Ket

1

AA

77

Tuntas

2

AH

76

Tuntas

3

APA

75

Tuntas

4

AR

76

Tuntas

5

AW

78

Tuntas

6

AFS

96

Tuntas

7

B

95

Tuntas

8

CR

75

Tuntas

9

DS

83

Tuntas

10

D

84

Tuntas

11

DP

85

Tuntas

12

EMI

77

Tuntas

13

F

94

Tuntas

14

IYB

83

Tuntas

15

JS

82

Tuntas

16

MAS

94

Tuntas

17

NPS

75

Tuntas

18

NR

75

Tuntas

19

N

95

Tuntas

20

RR

86

Tuntas

21

RDP

94

Tuntas

22

RMY

78

Tuntas

23

SKW

79

Tuntas

24

SAK

75

Tuntas

25

TA

98

Tuntas

26

WGS

76

Tuntas

27

Y

75

Tuntas

 

 

F.     Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran

1.      Hasil Observasi dan Angket Keberhasilan Pengunaan Media “Alga Maji” dalam Pembelajaran.

Berdasarkan data isian angket siswa, di bawah ini disajikan tabel untuk mengetahui respon peserta didik belajar dengan menggunakan media “Alga Maji”. Mereka diminta mengisi angket tertutup mengenai pengalaman mereka saat menggunakan media ini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi haji dan umroh.

Tabel 3.6. Prosentase pengisian angket peserta didik setelah belajar dengan menggunakan media “Alga Maji”

 

 

No

 

Pertanyaan

Pilihan

Sangat Setuju

Setuju

1

Apakah belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu senang dan bersemangat?

96,7%

3,3%

2

Apakah belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu berani dan percaya diri tampil kedepan?

93,3%

6.7%

3

Apakah belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu bertanggung jawab dan amanah?

90%

10%

4

Apakah penggunaan media “Alga Maji” mudah di presentasikan?

96,7%

3,3%

5

Apakah kamu ingin belajar kembali dengan menggunakan media “Alga Maji”?

93,3%

6,7%

                       

Pada proses pembelajaran dengan menggukan media “Alga Maji” peserta didik sangat aktif, senang dan bersemangat dalam belajar. Seluruh peserta didik tampak mengikuti pembelajaran dengan riang dan gembira. Hal ini ditujukkan melalui hasil angket yang menunjukkan nilai 96,7% peserta didik sangat setuju belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat mereka senang dan bersemangat dalam belajar. Peserta didik menunjukkan sikap berani dan percaya diri ketika tampil ke depan untuk menjawab pertanyaan. Hal ini disebabkan karena mereka rileks dan menikamti proses tersebut. Hal ini ditunjukkan melalui angket yang menunjukkan nilai 93,3% peserta didik berani dan percaya diri ketika tampil ke depan. Keberanian dan kepercayaan diri itu terbangun melalui pembelajaran yang menggunakan media “Alga Maji”. Melalui belajar dengan menggunakan “Alga Maji” peserta didik menunjukkan sikap bertanggung jawab dan amanah. Sikap tanggung jawab dan amanah ini didapatkan ketika proses dimana peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang didapatkan. Belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” sangat mudah diaplikasikan pada pebelajaran. Guru cukup sekali memberikan penjelasan diawal selanjutnya peserta didik yang berperan aktif pada proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan juga hasil angket yang menunjukkan 96,7% peserta didik menyatakan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji” sangat mudah diterapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 


                       

 

Gambar 3.5. Proses Pembelajaran Materi Haji dan Umrah Menggunakan “Alga Maji”

Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media “Alga Maji” peserta didik menyatakan keinginan untuk kembali belajar dengan mengunakan media tersebut hal ini ditunjukkan dari hasil angket 93,3% peserta didik sangat setuju untuk belajar dengan menggunakan media “Alga Maji”. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik merasakan pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan, juga memudahkan dalam menguasai materi pelajaran.

Tabel 3.7. Persentase hasil observasi terhadap aktivitas peserta didik dengan menggunakan media “Alga Maji”

 

 

No

 

Pertanyaan

Nilai Rata-rata

Ket

1

Berfikir dalam mencari jawaban

94,17

A

2

Berkomunikasi aktif dalam pembelajaran

94,17

A

3

Berkolaborasi dalam kelompok

85,00

B

4

Menunjukkan kreatifitas dalam menjawab

94,17

A

           

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa peserta didik menunjukkan proses berfikir dalam menjawab materi soal soal tentang haji dan umrah nilai rata-rata 94,17. Soal- soal yang berupa soal HOTS yang disajikan membuat peserta didik berfikir pada tataran menganalisis, mengavaluasi dan mencipta. Selain itu, soal-soal HOTS juga meransang peserta didik untuk berfikir kritis. Peserta didik terlihat aktif dalam komunikasi pada pembelajaran disaat mereka harus mengemukakan jawaban dan diskusi dalam kelompok. Terlebih lagi siswa dari tiap tiap kelompok menjelaskan proses pelaksanaan ibadah haji dan umroh dengan media “Alga Maji” sudah sesuai dengan urutan pelaksanaan haji dan umrah. Proses ini tentunya akan melatih kemampuan berkomunikasi peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 94,17. Ketika peserta didik selesai menjelaskan tata cara pelaksanaan haji dan umrah dan bertanya kepada kelompok yang lain, setiap kelompok yang lain berdiskusi untuk mencari jawaban yang tepat. Seluruh peserta didik berkolaborasi di dalam kelompoknya, mereka terlihat aktif dalam berdiskusi dengan perolehan nilai rata-rata 85,00. Walaupun ada beberapa peserta didik yang terlihat kurang aktif dalam diskusi kelompok. Seluruh peserta didik terlihat antusias dalam seluruh proses pembelajaran dan menunjukkan kreativitas dalam menjawab pertanyaan nilai rata-rata 94,17. Tugas-tugas kelompok dari soal-soal tentang ibadah haji dan umrah menuntut peserta didik untuk kreatif dalam membuat kalimat dan membuat pertanyaan berbeda dari kata kunci yang diberikan.

 

2.      Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media “Alga Maji”.

Bedasarkan hasil perolehan nilai peserta didik dari post test yang dilaksanakan setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji” menunjukkan hasil sebagai berikut:

Tabel 3.8. Hasil belajar peserta didik setelah diterapkan inovasi.

No

Rentang Nilai

Kategori

Jumlah Siswa

Prosetase

Ket

1

91 – 100

Sangat Baik

7

25 %

Tuntas

2

81 – 90

Baik

6

25 %

Tuntas

3

70 – 80

Cukup

14

50 %

Tuntas

4

≤ 70

Kurang

0

0 %

Tdk Tuntas

Jumlah

27

100 %

 

 

Dari hasil diatas menjelaskan dari 27 orang peserta didik terdapat 7 orang atau 25 % yang mendapatkan kategori sangat baik dengan rentang nilai 91-100. Terdapat 6 orang atau 25 % yang mendapatkan kategori baik dengan rentang nilai 81-90. Terdapat 15 orang atau 50 % yang mendapatkan kategori cukup dengan rentang nialai 70-80. Dan hal ini menunjukkan bahwa seluruh peserta didik yang berjumlah 27 orang tuntas dalam pembelajaran. Berdasarkan data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi haji dan umrah dengan menggunakan media “Alga Maji” dapat meningkatkan ketuntasan belajar peserta didik khususnya materi haji dan umrah. Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah dan persentase peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar 100 %. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung materi Haji dan Umrah dengan menggunakan media “Alga Maji” menunjukkan proses pembelajaran yang membuat peserta didik termotivasi dan bersemangat serta meningkatkan hasil belajar peserta didik.

G.    Diseminasi

Media pembelajaran “Alga Maji” ini telah diseminasikan oleh penulis dalam Pertemuan guru di ruang perpustakaan SMP Negeri 4 Gantung Kabupaten Belitung Timur pada tanggal 14 November 2018. Pada kegiatan diseminasikan tersebut, penulis memaparkan seluruh proses pembuatan media Alat Peraga Manasik Haji (Alga Maji), dan penulis memberikan materi tentang inovasi pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”. Guru-guru yang hadir langsung mempraktikkan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”. Mereka memberikan tanggapan yang positif terhadap inovasi tersebut. Sebagai ketertarikan terhadap media pembelajaran “Alga Maji”, beberapa guru PAI meminta penulis untuk membimbing guru PAI dalam pembuatan media “Alga Maji”, sehingga sekolah mereka juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        Gambar 3.6. Kegiatan diseminasi media pembelajaran “Alga Maji” hadapan guru guru

       Teman Sejawat di SMP Negeri 4 Gantung

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

A.    Simpulan

           Inovasi ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menghadirkan pembelajaran berkompentensi dan menyenangkan di kelas yaitu berfikir kritis, kolaborasi, komunikasi dan kreativitas, serta mengembangkan karakter peserta didik melalui kegiatan pembelajaran PAI menggunakan media “Alga Maji” pada materi haji dan umrah. Peningkatan proses dan hasil belajar dapat dilihat dari hasil angket dari peserta didik dan observasi langsung yang dilakukan guru, serta hasil evaluasi yang telah dilakukan.

           Berdasarkan data dan pembahasan yang telah diperoleh selama pembalajaran PAI materi haji dan umroh dengan meggunakan media “Alga Maji” di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur, diperoleh simpulan sebagai berikut:

1.     Pembelajaran PAI materi haji dan umrah dengan menggunakan media “Alga Maji” dapat mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0 yaitu: berfikir kritis dalam menjawab pertanyaan, berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah, berkomunikasi aktif dan juga menunjukkan kreativitas dalam pembelajaran.

2.     Penggunaan media “Alga Maji” dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Haji dan Umrah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini didukung proses pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi peserta didik serta memudahkan untuk menguasai materi dengan metode pembelajaran Audio Visual.

B.     Saran

           Berdasarkan hasil penerapan inovasi media “Alga Maji” maka dalam penelitian ini, yang dapat dijadikan saran adalah:

1.      Guru dapat menggunakan metode dan media “Alga Maji” sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar dan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dalam membentuk karakter peserta didik.

2.      Kegiatan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji” sangat bermanfaat bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan yang mampu membangun minat dan motivasi peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

 

Arsyad, Azhar.2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Angkowo.2007. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta: Grasindo.

Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga.

Daryanto. 2012. Media Pembelajaran. Bandung: PT.Satu Nusa.

Djamarah, Syaiful Bahri,dkk.2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Herman. 2016. Penggunaan Media Audio Visual Haji untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palembang Tahun Pelajaran 2016/2017. Jurnal Pendidikan Interes. Media Aksara Kabupaten Magetan. Volume I, Nomor 4, Oktober 2018.

 

Rahayu, Muji.2015. Penggunaan Metode Demontrasi dan Media Maket Ka’bah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Haji dan Umroh di kelas IX SMP Muhammadiyah Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan. LPMP Kalimantan Selatan. Nomor 1 Jilid 7, Agustus 2018.

 

Sudjana, Nana.2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda Karya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar