BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan belajar di kelas menuntut
seorang guru mengambil peran penting sebagai fasilitator, mediator, motivator,
dalam menciptakan kondisi belajar yang berkualitas. Guru semestinya memiliki
kompetensi dalam menciptakan kegiatan belajar yang berkualitas juga guru
semestinya memiliki kompetensi menciptakan kondisi pembelajaran yang menjadikan
peserta didik melakukan aktivitas belajar. Belajar tidak sekadar mengubah
peserta didik dari tidak bisa menjadi bisa melalui pengalaman langsung yang
mereka maknai dalam proses pembelajaran. Belajar bukan hanya proses yang
bersifat satu arah, guru mentransfer dan memasukan pengetahuan secara langsung
pada peserta didik. Tetapi sebuah proses yang menyenangkan agar kreativitas
terus ditumbuh kembangkan.
Guru yang sedang mengajar di kelas
adalah seorang sutradara yang mendesain sebuah skenario pembelajaran yang
menjadikan peserta didik merasakan sebuah pengalaman belajar yang bermakna.
Guru menjadi mediator yang menyiapkan segala hal sehingga peserta didik
merasakan pengalaman belajar yang berkesan. Pembelajaran yang berpusat pada
siswa sehingga mereka membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman yang
didapatkan dalam proses belajar. Beban besar itu harus diwujudkan guru dengan
menuangkan segala inovasi dan kreativitasnya, sehingga terciptalah kelas yang
menyenangkan bagi siswa untuk betah berlama-lama belajar di dalamnya. Ketika
itu telah terwujud maka guru telah berhasil membangun sebuah kondisi kelas
perserta didik menjadi mencintai pembelajaran (Dahar, 2011: 45). Namun melihat
kenyataan saat ini di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung pembelajaran PAI materi
haji dan umrah, suasana kelas terkadang menjadi “penjara” bagi siswa dan banyak
siswa yang tidak fokus dengan pelajaran yang telah diberikan guru selalu
monoton dengan metode ceramah. Mereka seperti terkurung secara fisik dan
psikis, sehingga yang terjadi mereka hanya menunggu waktu jam istirahat dan jam
pulang sekolah. Dengan kondisi seperti ini kegiatan belajar mengajar menjadi
suatu beban yang sangat berat bagi mereka. Hal ini disebabkan karena guru didalam
kelas tidak mampu menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi peserta didik.
Padahal dunia anak sekolah setingkat SMP adalah dunia bermain, mengapa tidak di
dalam kelas guru mendesain pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga peserta
didik akan menikmati setiap detik dari proses pembelajaran yang disajikan guru.
Dengan keadaan demikian, penulis mencoba
untuk merubah metode pembelajaran PAI di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung dengan
membuat suatu inovasi berupa media “Alga Maji” dan menampilkan media Video
ritual Haji pada Materi Haji dan Umrah. “Alga Maji” adalah singkatan Alat
Peraga Manasik Haji yang berupa tampilan minatur tempat pelaksanaan dan ritual
haji. Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap metode pembelajaran materi
haji di kelas XI A SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur, diperoleh hasil bahwa guru
memberikan pembelajaran di kelas menggunakan metode ceramah yang disertai alat
bantu berupa buku panduan yang diberikan oleh kementerian agama RI tanpa
dilengkapi dengan media pembelajaran lain kurang dari KKM. Selain dilakukan observasi,
dilakukan pula wawancara terhadap siswa kelas IX A dan diperoleh hasil bahwa
kendala-kendala yang muncul ketika memberikan materi haji dan umrah di kelas IX
A SMP Negeri 4 Gantung diantaranya tidak ada media atau alat peraga yang dapat
memberikan gambaran tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah kepada kepada
siswa kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung di kelas. Untuk mengatasi permasalahan
diatas penulis berusaha untuk membuat sebuah inovasi, yaitu membuat media alat
peraga manasik haji (Alga Maji) dan menampilkan video ritual haji dilayar
proyektor. Inovasi ini tentunya diharapkan mampu mewujudkan pembelajaran abad
21 dan era revolusi industri 4.0, membentuk karakter peserta didik dan
meningkatkan proses serta hasil belajar peserta didik.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
media “Alga Maji” dalam mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi
industri 4.0?
2. Bagaimanakah
peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi haji dan umrah setelah
dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media “Alga Maji”?
C.
Tujuan
1. Mewujudkan
pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0.
2. Meningkatkan
hasil belajar PAI peserta didik pada materi haji dan umrah
D.
Manfaat
1. Bagi
Peneliti
a. Meningkatkan
Kompetensi guru dalam bidang profesional dan kompetensi pedagogik.
b. Meningkatkan
keterampilan guru dalam membuat pembelajaran yang inovatif.
2. Bagi
Peserta didik
a. Meningkatkan
hasil belajar pada mata pelajaran PAI
b. Membentuk
karakter peserta didik
c. Meningkatkan
motivasi belajar peserta didik dalam pelajaran PAI.
3. Bagi
sekolah
a. Memberikan
motivasi kepada guru-guru di sekolah untuk berinovasi dalam penggunaan media
pembelajaran di kelas.
b. Memberikan
kontribusi berupa karya media pembelajaran untuk dijadikan contoh dalam
pembuatan media.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep/ Teori yang Melandasi Karya
Inovasi Pembelajaran
Penggunaan Media “Alga Maji” merupakan
kolaborasi antara metode tanya jawab dan diskusi serta mempresentasikan hasil
pengamatan dan penilaian terhadap kegiatan manasik haji yang dilakukan kelompok
temannya melalui tayangan video pembelajaran dan alat peraga manasik haji (Alga
Maji). Metodenya adalah presentasi dengan cara menjelaskan tata cara
pelaksanaan dan urutan pelaksanaan ritual haji, menjawab pertanyaan dan
berdiskusi dalam kelompok di bantu dengan media IT. Diharapkan dengan
pengaplikasian metode dan pemanfaatan media tersebut akan meningkatkan proses
dan hasil belajar peserta didik.
1.
Media
Pembelajaran “Alga Maji”
Daryanto (2012:5) berpendapat bahwa,
kata media berasal dari bahasa latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang
terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Sedangkan
menurut Arsyad (2007: 102), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian peserta didik agar
proses belajar terjadi. Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan guru untuk membantu
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar materi yang disampaikan akan
lebih mudah diserap dan dipahami.
Media pembelajaran dapat dipahami
sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan dan suasana belajar
efisien dan efektif (Angkowo, 2007: 8). Berdasarkan pendapat tokoh diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa media adalah alat atau peristiwa yang dapat
menyampaikan dan menyalurkan pesan sehingga penerimanya dapat melakukan proses
belajar efisien dan efektif guna mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan
sikap. Media “Alga Maji” adalah alat peraga miniatur manasik haji yang terdiri
dari miniature kakbah, tempat melempar jumrah, bukitt safa dan marwah, dan
tempat wukuf di arafah. Penggunaan alat peraga manasik haji merupakan
pembelajaran yang menyenangkan dengan metode demontrasi yang menarik dan aktif.
Diharapkan dengan adanya alat peraga ini dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik. Pemilihan media pembelajaran materi haji dan umrah menggunakan
alat peraga manasik haji (Alga Maji) dan Video ritual haji,diharapkan dapat
meningkatkan semangat dan motivasi belajar peserta didik di kelas IX A SMP
Negeri 4 Gantung materi haji sehingga proses pembelajaran di kelas semakin
menyenangkan dan membuat siswa fokus dengan kegiatan pembelajaran sehingga
menimbulkan kecintaan terhadap proses pencarian ilmu pengetahuan, dalah
pembelajaran telah berubah dari berpusat kepada guru (teacher’s center) menjadi
berorientasi ke peserta didik (students oriented), peran guru sebagai
fasilitator juga lebih menonjol.
1.
Hasil
Belajar
Menurut Sudjana (2009: 15) hasil belajar
merupakan aktivitas belajar yang dialami oleh seseorang yang memberikan perubahan
perilaku dan pengetahuan. Hasil belajar juga merupakan kemampuan yang diperoleh
siswa setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai
saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan,
pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan, dan
lain sebagainya yang menuju pada perubahan positif. Jadi dengan adanya hasil belajar,
orang dapat mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menangkap, memahami,
memiliki materi pelajaran tertentu. Dalam inovasi ini hasil belajar yang
dinilai adalah proses belajar berupa perwujudan pembelajaran abad 21 dan era
revolusi industri 4.0 yaitu berfikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas
dan juga proses-proses pembentukan karakter pada pembelajaran. Selain proses
hasil belajar berupa pencapaian nilai evaluasi pengetahuan.
B.
Hasil
Inovasi yang Relevan
1. Penggunaan
Metode Demontrasi dan Media Maket Ka’bah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI
Materi Haji dan Umrah di kelas IX SMP Muhammadiyah Malang Tahun Pelajaran
2016/2017.
Muji Rahayu, (2015: 47 – 53). Pada
inovasi ini penulis mengangkat pembelajaran PAI dengan metode demonstrasi dan menggunakan
media maket ka’bah yang merupakan sebuah metode pembelajaran yang diaplikasikan
pada media berupa alat peraga maket kakbah.
Kegiatan pembelajaran PAI materi haji
dan umrah dengan metode demonstrasi menggunakan alat peraga dapat meningkatkan
hasil belajar siswa secara signifikan. Metode pembelajaran demonstrasi dengan
penggunaan alat peraga maket ka’bah dapat meningkatkan motivasi serta hasil
pembelajaran PAI pada siswa kelas IX. Metode ini digunakan oleh guru dengan
menggunakan pemanfaatan barang bekas untuk membuat maket ka’bah banyak
memberikan manfaat bagu pengetahuan siswa. Selain peserta didik memahami materi
ajar sesuai dengan tujuan kompetensi yang akan tercapai, mereka juga dapat
mempelajari media yang ada, sehingga kemampuan akademik dan daya imajinasi
berjalan dengan seimbang.
2. Penggunaan
Media Audiovisual Haji untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa
kelas IX C SMP Negeri 1 Palembang Tahun Pelajaran 2016/2017.
Herman, (2016: 52 -58). Pada inovasi ini
merancang dan mengembangkan sebuah video simulasi haji. Penggunaan alat peraga
papan simulasi haji bertujuan untuk mempasilitasi dan mendorong siswa untuk
memperaktekan dan mensimulasikan khususnya dalam memahami syarat, rukun serta
tata cara haji dan umrah dan papan miniatur tempat ritual haji tersebut
disesuaikan dengan karakter siswa, tingkat kesukaran, tujuan pembelajaran dan
kompetensi yang ingin di capai.
Berdasarkan semua proses dan
pengembangan media, inovasi ini berhasil mengembangkan alat peraga yang sesuai
bagi siswa untuk membantu mereka memahami tata cara pelaksanaan haji dan umrah.
Guru juga dapat memodifikasi materi atau media, tergantung pada kebutuhan
kelas, tujuan belajar, kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dengan penggunaan
media dalam kelas diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar materi haji
dan umrah di kelas.
BAB III
KARYA INOVASI PEMBELAJARAN
A. Ide Dasar
Menjadi guru pendidikan agama Islam
memiliki kesan tersendiri bagi penulis. Ada tanggung jawab yang begitu besar
yang diemban, tidak jarang harus menghadapi berbagai permasalahan yang terkait
masalah pembelajaran di kelas dan juga pendidikan karakter yang harus
ditanamkan oleh guru pendidikan agama Islam. Khusus untuk pendidikan di sekolah
dan pembelajaran di kelas, berbagai permasalahan mungkin saja tidak akan
menjadi sebuah masalah bila tidak ada kepedulian terhadap peningkatan mutu
pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Bila hanya ingin berpangkutangan
menerima kondisi yang ada dan menikmati zona nyaman ketertinggalan serta sekadar
mengugurkan kewajiban mengajar 24 jam, maka permasalahan di sekolah dan di
kelas tidak akan terasa. Namun bila ditanamkan kepedulian dan komitmen untuk
meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran, maka seluruh kekurangan yang ada
harus dijadikan masalah yang harus segera dicari solusinya. Sehingga seluruh
tantangan dan kendala yang ada berubah menjadi peluang dan motivasi untuk
berbuat lebih baik dan bermanfaat.
Salah satu contoh kendala yang terjadi
di SMP Negeri 4 Gantung untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
adalah minimnya ketersediaan media pembelajaran khususnya materi haji dan umroh
. Bagi guru yang tidak peduli, akan menganggap kendala ini bukan sebagai
permasalahan yang harus diselesaikan, karena beranggapan masih dapat mengajar
tanpa media pembelajaran. Berbeda dengan guru yang peduli dan memiliki komitmen
meningkatkan hasil belajar siswa. Dirinya akan menganggap bahwa minimnya media
pembelajaran adalah sebuah permasalahan yang harus diselesaikan dengan cara
berusaha menyediakan media pembelajaran tersebut. Hal ini tidak terlepas dari
kesadaran bahwa media pembelajaran sangat membantu meningkatkan kualitas proses
pembelajaran dan hasil pembelajaran. Kesadaran penulis untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran PAI materi haji dan umroh di kelas seperti yang telah
diuraikan diatas, yang mendorong penulis untuk berusaha menyediakan dan
menggunakan media pembelajaran untuk sejumlah materi pembelajaran pendidikan
agama Islam. Bentuk usaha tersebut yaitu dengan cara mengembangkan sendiri
media pembelajaran yang menggunakan bahan sederhana dan mudah diperoleh
dilingkungan sekitar. Salah satu media pembelajaran yang telah dibuat oleh
penulis yaitu media alat peraga manasik haji (Alga Maji). Media pembelajaran
“Alga Maji” diperuntukkan untuk membantu siswa kelas IX A pada pembelajaran
materi haji dan umrah mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) SMP serta
dengan media “Alga Maji” siswa dapat mensimulasikan kegiatan manasik haji
sementara ada siswa dari kelompok lain yang mengamati dan memberikan koreksi
dan penilaian setelah itu siswa melakukan presentasi terhadap hasil pengamatan
dan penilaiannya tersebut.
Materi pembelajaran haji dan umroh
memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan materi lain. Haji dan
umroh adalah serangkaian ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim dengan rukun
dan syarat yang telah ditentukan. Namun untuk kegiatan pembelajaran di kelas
metode yang dilakukan guru berupa metode ceramah sulit dipahami oleh siswa, dan
banyaknya ritual pelaksanaan ibadah haji dan umroh sulit dipahami oleh siswa,
sehingga membutuhkan alat peraga agar dapat memberikan pemahaman kepada siswa.
Menurut Djamarah, dkk (2010:15), setiap materi pembelajaran yang membahas suatu
yang konkret, hendaknya dilengkapi dengan miniatur atau alat peraga simulasi,
tujuannya adalah untuk memudahkan siswa memahami materi pembelajaran tersebut.
Media pembelajaran “Alga Maji” yang
digunakan penulis merupakan sebuah perangkat simulasi manasik haji yang berupa
gambar miniatur tempat ritual ibadah haji dan umroh. Sejumlah bahan dasar alat
peraga manasik haji dibuat dari barang bekas dan sederhana. Namun demikian,
penggunaan alat peraga manasik haji ini yang berupa miniatur ritual ibadah haji
ini mudah digunakan dan dipahami oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
Kreativitas dalam pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan sehingga
mampu membangun minat dan motivasi belajar peserta didik. Sehingga mudah bagi
guru memusatkan perhatian peserta didik dalam pembelajaran. Penggunaan alat
peraga manasik haji disajikan dengan tayangan media audiovisual tentang haji
dan umrah.
B.
Rancangan
Karya Inovasi Pembelajaran
Berpijak dari sejumlah pendapat yang
telah diuraikan sebelumnya, pada kesimpulan bahwa pembelajaran materi haji dan
umrah akan semakin bermakna bila menggunakan alat peraga sebagai media
pembelajaran, penulis kemudian merancang media pembelajaran yang dapat
mensimulasikan kegiatan ibadah haji dan umrah serta berbentukan tayangan video
ritual haji, bukan sekadar mengambarkan letak kakbah, Padang Arafah dan tempat
lainnya saat ritual ibadah haji dan umrah. Media pembelajaran yang selain mampu
menunjukkan letak kakbah dan padang arafah sebagai ritual wukuf yang merupakan
puncak pelaksanaan ibadah haji, juga dapat memberikan pemahaman kepada peserta
didik tentang bacaan semua ritual ibadah haji dan umrah tersebut. Media
pembelajaran yang kemudian diberi nama “Alga Maji” tersebut diyakini lebih
baik, efektif dan praktis untuk digunakan oleh sekolah manapun dalam kegiatan
pembelajaran pendidikan agama islam materi haji dan umrah. Keyakinan penulis
didasari pada beberapa inovasi pembelajaran lain yang dikembangkan sebelumnya
yang telah membawa dampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Padahal
beberapa inovasi tersebut lebih sederhana dan belum mampu mendeskripsikan proses
ritual ibadah haji dan umrah. Termasuk inovasi pembelajaran berbasis teknologi
informasi komunikasi yang sulit untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah yang
ada di Belitung Timur.
Gambar 3.1 Tampilan Media “Alga
Maji” (Alat Peraga Manasik Haji)
Perancangan media “Alga
Maji” membutuhkan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat dilingkungan sekitar,
selain itu, proses pembuatannya tidak panjang dan tidak rumit. Berikut tabel
3.1 yang menyajikan foto-foto proses pembuatan media “Alga Maji”.
Tabel
3.1. Foto-foto Proses Pembuatan Media “Alga Maji”
|
Siapkan
Alat dan bahan |
Menyiapkan
bahan alas “Alga Maji” Berupa Triplek
dan kayu |
|
|
|
|
Merangkai
kayu alas “Alga Maji” |
Merekatkan
Triplek dan kayu dengan paku sebagai alas media “Alga Maji” |
|
|
|
|
Papan Alas
Media “Alga Maji” selesai di rangkai |
Mengecat
Papan Alas Media “Alga Maji” |
|
|
|
|
Merancang
miniatur masjidil haram,ka’bah, |
Menempelkan
miniatur masjidil haram,ka’bah, bukit safa dan marwa, mina, padang arofah dan
musdalifah di papan “Alga Maji” |
|
|
|
|
Membungkus
miniatur ka’bah dengan kertas berwarna hitam |
Menempelkan
tulisan keterangan kegiatan haji di papan “Alga Maji” |
|
|
|
C.
Proses
Penemuan/ Pembaharuan
Alat peraga manasik haji (Alga Maji)
merupakan sebuah media sederhana yang berupa tampilan maket kakbah, bukit safa
dan marwah, mina dan adang arafah yang di rancang secara berurutan untuk
membangun pembelajaran yang berkualitas. Dalam pembelajaran ini mengangkat
pendekatan kontruktivistik, peserta didik membangun pengetahuan berdasarkan
pengalaman yang dirasakan secara langsung dalam pembelajaran membentuk karakter
peserta didik. Langkah awal yang dilakukan pada tahapan pembuatan yaitu
menginventarisasi alat dan bahan-bahan yang akan digunakan pada saat melakukan
rancang bagun alga maji. Alat yang dibutuhkan pada umumnya mudah diperoleh
dilingkungan sekitar dan mudah digunakan. Demikian pula bahan-bahan yang
digunakan, hampir seluruhnya terdapat dilingkungan sekitar. Sejumlah alat dan
bahan yang digunakan tersebut disajikan pada dua tabel berikut.
Tabel
3.2. Alat yang digunakan untuk membuat “Alga Maji”
|
No |
Alat |
Kegunaan |
|
1 |
Gergaji |
Pemotong teriplek dan papan |
|
2 |
Mesin Planer Serut Kayu |
Untuk merapikan dan memuluskan
permukaan papan dan kayu |
|
3 |
Pisau Cutter |
Pemotong plastik bening |
|
4 |
Gunting |
Pemotong kertas |
|
5 |
Palu |
Merekatkan paku ke teriplek |
|
6 |
Amplas |
Meratakan dan merapikan permukaan alas
media |
|
7 |
Penggaris |
Sebagai alat menentukan garis potong |
|
8 |
Lilin |
Memanaskan plastik bening |
Tabel
3.3. Bahan yang digunakan untuk membuat “Alga Maji”
|
No |
Bahan |
Kegunaan |
|
1 |
Triplek |
Dasar media |
|
2 |
Papan ukuran kecil |
Dasar media |
|
3 |
Kotak bekas |
Sebagai miniatur ka’bah |
|
4 |
Paku kecil |
Merekatkan papan pada triplek |
|
5 |
Lem Aibon |
Merekatkan bahan-bahan miniatur haji |
|
6 |
Lem glukol |
Merekatkan kertas |
|
7 |
Kuas cat |
Mengecat dan mewarnai media “Alga
Maji” |
|
8 |
Kertas amplop bekas |
Sebagai miniatur bukit safa dan marwah |
|
9 |
Isolatif |
Merekatkan miniature ke papan media |
|
10 |
Spidol |
Menulis keterangan media |
|
11 |
Kardus bekas |
Sebagai miniatur masjidil haram |
|
12 |
Kayu ukuran kecil |
Sebagai miniatur tempat melontar
jumrah di mina |
|
13 |
Cat
kayu cap kuda terbang |
Mewarnai riplek dan kayu alas media
“Alga Maji” |
Selanjutnya, berdasarkan desain yang
telah dibuat sebelumnya, mulailah tahapan pembuatan bagian-bagian “Alga Maji”,
yang nantinya akan dirancang dan disusun menjadi suatu media pembelajaran.
Kelebihan dari media pembelajaran “Alga Maji”, yaitu dapat diurai kembali
bagian-bagian utamanya setelah disatukan menjadi “Alga Maji”. Proses pembuatan
bagian-bagian utama “Alga Maji” adalah sebagai berikut:
1. Bagian
Dasar “Alga Maji”
-
Untuk membuat bagian dasar sebagai alas
alat peraga manasik haji, dibutuhkan papan tripleks sepanjang 80 x 60 cm, 4
buah potongan papan ukuran kecil 80 cm buah dan 60 cm 2 buah sebagai alas
samping “Alga Maji”.
-
Keempat papan berukuran kecil kemudian
direkatkan dengan paku sebagai bagian ujung media “Alga Maji”.
-
Setelah terbentuk dasar media “Alga
Maji”, dicat alas “Alga Maji” yang ditempel di permukaan tripleks sebagai alat
menempelkan minatur kegiatan ibadah haji.
Gambar
3.2 Bahan dan bagian dasar “Alga Maji”
2.
Bagian tampilan miniatur kakbah.
-
Untuk membuat tampilan menjadi menarik
miniatur kakbah dipilih dari kotak berukuran kecil bekas yang berukuran tebal
dan dicat berwarna hitam.
-
Membuat miniatur masjidilharam dibagian
samping kakbah dari kardus bekas.
Gambar
3.3. Bahan dan bagian dari miniatur kakbah dan masjidilharam
3. Bagian
tampilan miniatur bukit safa, marwah dan mina serta padang arafah dan tempat
melontar jumrah.
-
Miniatur bukit safa dan marwah tempat pelaksanaan sa’i dibuat dari bahan
batu yang dirancang menyerupai dua bukit
safa dan marwah.
-
Pada bagian padang arafah dibuat tenda-tenda yang berbahan gabus bekas
tempat Jemaah haji melaksanakan wukuf.
- Agar lebih memudahkan siswa memahami
materi, media “Alga Maji” ditulis keterangan-keterangan alur pelaksanaan dan tempat
pelaksanaan rukun haji.
Gambar
3.4. Bagian tampilan miniatur bukit safa, marwah dan mina serta padang arafah
dan tempat melontar jumrah.
D.
Aplikasi
Praktis dalam Pembelajaran
Setelah
melalui beberapa proses pembuatan dan pengembangan, revisi dan uji coba
terbatas, serta diseminasi (diuraikan pada bagian lain), media pembelajaran
“Alga Maji” akhirnya siap diperkenalkan dan digunakan dalam pembelajaran di
kelas. Seluruh siswa kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung sebanyak 27 siswa,
mengikuti pembelajaran pada hari rabu tanggal 19 September 2018. Pada pembelajaran
tersebut, penulis menggandeng satu orang guru sebagai observer untuk melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran.
Waktu yang digunakan yaitu selama 4 jam pelajaran, sesuai dengan alokasi waktu
yang tersedia bagi materi pelajaran haji dan umrah. Langkah-langkah pembelajaran materi haji dan
umrah menggunakan media “Alga Maji” dilakukan sebagai berikut:
1. Guru
membuka kegiatan pembelajaran dengan kegiatan memberi salam, berdoa, membimbing
siswa membaca surat pendek alqur’an, absensi kehadiran kelas dan pengkondisian
kelas.
2. Guru
memberikan apersepsi dengan cara memberikan pernyataan dan pertanyaan tentang
haji dan umrah.
3. Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan jawaban dan pendapatnya tentang haji
dan umrah.
4. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran serta menjelaskan hal-hal yang akan dilakukan
pada proses pembelajaran.
5. Guru
menayangkan video ritual haji di layar proyektor.
6. Guru
meminta masing-masing siswa mengerjakan lembar tes (pretest) berisi 10 soal
pilihan ganda yang berkaitan video haji dan umrah.
7. Setelah
seluruh siswa selesai mengerjakan lembar tes, guru kemudian memperkenalkan
media pembelajaran “Alga Maji”, mulai dari tampilan serta penjelasan tentang
manfaat “Alga Maji” dalam pembelajaran materi haji dan umrah.
8. Guru
meminta siswa membaca penjelasan tentang materi haji pada buku PAI yang telah
disediakan.
9. Guru
meminta seluruh siswa berkumpul, membentuk satu kelompok dengan cara melingkari
meja yang terdapat “Alga Maji”. Dalam kelompok besar tersebut, dibuat lagi
empat kelompok kecil yang beranggotakan masing-masing 4 siswa.
10. Guru
menjelaskan “Alga Maji” dan memposisikan kegiatan ibadah haji dan umrah untuk
melakukan simulasi pelaksanaan haji.
11. Saat
siswa melakukan pengamatan dan eksplorasi “Alga Maji”, guru membantu memberikan
penjelasan tentang proses pelaksanaan rukun dan syarat haji.
12. Setelah
proses pelaksanaan haji telah disimulasikan, siswa setiap kelompok diminta mensimulasikan
kegiatan haji melalui manasik haji di depan kelas.
13. Setiap
kelompok siswa melakukan pengamatan dan penilaian terhadap masing-masing
kelompok kelas yang mensimulasikan manasik haji menentukan kesalahan atau
ketepatan dari apa yang mereka amati.
14. Setelah
seluruh kelompok siswa selesai mempresentasikan hasil pengamatannya, dan
masing-masing kelompok telah memberikan tanggapan, guru kemudian memberikan
penjelasan utuh dan konfirmasi terhadap hasil yang dicapai siswa.
15. Sebelum
memberikan kesimpulan pembelajaran sebagai bagian penutup pembelajaran, siswa
diminta mengerjakan kembali lembar tes (post test) berisi 10 soal pilihan ganda
yang berkaitan dengan haji dan umrah.
Selama
proses pembelajaran dilaksanakan, observer
melakukan penilaian terhadap pembelajaran termasuk aktivitas dan minat siswa
mengikuti pembelajaran. Hasil penilaian akan disampaikan pada bagian
berikutnya. Hasil observasi penulis menunjukkan “Alga Maji” sangat menarik
perhatian siswa sehingga seluruh siswa fokus mengikuti pembelajaran.
E.
Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi
Pembelajaran
Untuk
mengetahui kualitas media pembelajaran “Alga Maji” yang penulis kembangkan,
penulis telah melakukan telah mengaplikasiakan media “Alga Maji” dalam kegiatan
pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Haji dan Umroh
kelas IX A di SMP Negeri 4 Gantung.
Tolak
ukur keberhasilan dan pengaplikasian media “Alga Maji” dalam pembelajaran dapat
dilihat dari hasil penilaian, baik pada proses pembelajaran maupun penilaian
hasil belajar siswa.
1.
Hasil
Observasi Pengaplikasian Media “Alga Maji” dalam Pembelajaran.
Berdasarkan
lembar pengamatan proses pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”, terlihat
bahwa semua aspek penilaian aktivitas peserta didik termasuk dalam kategori
sangat baik dan baik.
Tabel 3.4. Hasil observasi aktivitas
peserta didik dalam pembelajaran
|
Kelompok |
Nama Siswa |
Aspek Penilaian |
Jumlah |
Nilai |
NIlai Akhir |
|||
|
A 1-4 |
B 1-4 |
C 1-4 |
D 1-4 |
|||||
|
A |
AA |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
AH |
3 |
4 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
APA |
3 |
4 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
AR |
4 |
4 |
4 |
3 |
15 |
85 |
B |
|
|
AW |
4 |
4 |
3 |
4 |
15 |
85 |
B |
|
|
B |
AFS |
4 |
4 |
3 |
4 |
15 |
85 |
B |
|
B |
4 |
3 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
CR |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
|
DS |
3 |
4 |
3 |
4 |
14 |
80 |
A |
|
|
D |
3 |
3 |
3 |
4 |
13 |
75 |
C |
|
|
DP |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
|
C |
EMI |
3 |
4 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
F |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
|
IYB |
4 |
3 |
3 |
3 |
13 |
75 |
C |
|
|
JS |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
|
MAS |
4 |
3 |
3 |
3 |
13 |
75 |
C |
|
|
D |
NPS |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
NR |
4 |
4 |
3 |
3 |
14 |
80 |
B |
|
|
N |
3 |
4 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
RR |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
|
RDP |
4 |
3 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
E |
RMY |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
100 |
A |
|
SKW |
4 |
4 |
3 |
4 |
15 |
90 |
B |
|
|
SAK |
4 |
4 |
3 |
4 |
15 |
90 |
B |
|
|
TA |
4 |
3 |
3 |
4 |
14 |
80 |
B |
|
|
WGS |
4 |
3 |
3 |
3 |
13 |
75 |
C |
|
|
Y |
4 |
4 |
3 |
4 |
15 |
80 |
B |
|
|
Rata-rata |
3,77 |
3,74 |
3,33 |
3,77 |
|
|
|
|
|
Nilai |
94,17 |
94,01 |
84,00 |
94,17 |
|
|
|
|
Keterangan:
A = Berfikir dalam mencari
jawaban
B = Berkomunikasi aktif dalam
pembelajaran Konvensi
NA
C = Berkolaborasi dalam kelompok
A
= 91-100
D = Menunjukkan kreatifitas
dalam menjawab B
= 81-90
Skor: C=
70-80
N = Jumlah
Skor x 100 20
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
2.
Hasil
Evaluasi Belajar Peserta Didik dengan Media “Alga Maji”
Berdasarkan post test
setelah pelaksanaan pembelajaran dengan media “Alga Maji” Materi Haji dan Umroh
pada peserta didik kelas IX A menunjukkan hasil pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.5. Hasil tes
setelah implementasi menggunakan media “Alga Maji”
|
No |
Nama
Siswa |
Nilai |
Ket |
|
1 |
AA |
77 |
Tuntas |
|
2 |
AH |
76 |
Tuntas |
|
3 |
APA |
75 |
Tuntas |
|
4 |
AR |
76 |
Tuntas |
|
5 |
AW |
78 |
Tuntas |
|
6 |
AFS |
96 |
Tuntas |
|
7 |
B |
95 |
Tuntas |
|
8 |
CR |
75 |
Tuntas |
|
9 |
DS |
83 |
Tuntas |
|
10 |
D |
84 |
Tuntas |
|
11 |
DP |
85 |
Tuntas |
|
12 |
EMI |
77 |
Tuntas |
|
13 |
F |
94 |
Tuntas |
|
14 |
IYB |
83 |
Tuntas |
|
15 |
JS |
82 |
Tuntas |
|
16 |
MAS |
94 |
Tuntas |
|
17 |
NPS |
75 |
Tuntas |
|
18 |
NR |
75 |
Tuntas |
|
19 |
N |
95 |
Tuntas |
|
20 |
RR |
86 |
Tuntas |
|
21 |
RDP |
94 |
Tuntas |
|
22 |
RMY |
78 |
Tuntas |
|
23 |
SKW |
79 |
Tuntas |
|
24 |
SAK |
75 |
Tuntas |
|
25 |
TA |
98 |
Tuntas |
|
26 |
WGS |
76 |
Tuntas |
|
27 |
Y |
75 |
Tuntas |
F.
Analisis
Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
1.
Hasil
Observasi dan Angket Keberhasilan Pengunaan Media “Alga Maji” dalam
Pembelajaran.
Berdasarkan data isian angket siswa, di bawah
ini disajikan tabel untuk mengetahui respon peserta didik belajar dengan
menggunakan media “Alga Maji”. Mereka diminta mengisi angket tertutup mengenai
pengalaman mereka saat menggunakan media ini dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) materi haji dan umroh.
Tabel
3.6. Prosentase pengisian angket peserta didik setelah belajar dengan
menggunakan media “Alga Maji”
|
No |
Pertanyaan |
Pilihan |
|
|
Sangat Setuju |
Setuju |
||
|
1 |
Apakah
belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu senang dan
bersemangat? |
96,7% |
3,3% |
|
2 |
Apakah
belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu berani dan percaya
diri tampil kedepan? |
93,3% |
6.7% |
|
3 |
Apakah
belajar dengan menggunakan media “Alga Maji” membuat kamu bertanggung jawab
dan amanah? |
90% |
10% |
|
4 |
Apakah
penggunaan media “Alga Maji” mudah di presentasikan? |
96,7% |
3,3% |
|
5 |
Apakah
kamu ingin belajar kembali dengan menggunakan media “Alga Maji”? |
93,3% |
6,7% |
Pada proses pembelajaran dengan
menggukan media “Alga Maji” peserta didik sangat aktif, senang dan bersemangat
dalam belajar. Seluruh peserta didik tampak mengikuti pembelajaran dengan riang
dan gembira. Hal ini ditujukkan melalui hasil angket yang menunjukkan nilai
96,7% peserta didik sangat setuju belajar dengan menggunakan media “Alga Maji”
membuat mereka senang dan bersemangat dalam belajar. Peserta didik menunjukkan
sikap berani dan percaya diri ketika tampil ke depan untuk menjawab pertanyaan.
Hal ini disebabkan karena mereka rileks dan menikamti proses tersebut. Hal ini
ditunjukkan melalui angket yang menunjukkan nilai 93,3% peserta didik berani
dan percaya diri ketika tampil ke depan. Keberanian dan kepercayaan diri itu
terbangun melalui pembelajaran yang menggunakan media “Alga Maji”. Melalui
belajar dengan menggunakan “Alga Maji” peserta didik menunjukkan sikap
bertanggung jawab dan amanah. Sikap tanggung jawab dan amanah ini didapatkan
ketika proses dimana peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk
menjawab pertanyaan yang didapatkan. Belajar dengan menggunakan media “Alga
Maji” sangat mudah diaplikasikan pada pebelajaran. Guru cukup sekali memberikan
penjelasan diawal selanjutnya peserta didik yang berperan aktif pada proses
pembelajaran. Hal ini berdasarkan juga hasil angket yang menunjukkan 96,7%
peserta didik menyatakan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji” sangat
mudah diterapkan.
Gambar 3.5. Proses Pembelajaran Materi Haji dan Umrah
Menggunakan “Alga Maji”
Setelah dilakukan pembelajaran dengan
menggunakan media “Alga Maji” peserta didik menyatakan keinginan untuk kembali
belajar dengan mengunakan media tersebut hal ini ditunjukkan dari hasil angket
93,3% peserta didik sangat setuju untuk belajar dengan menggunakan media “Alga
Maji”. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik merasakan pengalaman belajar
yang seru dan menyenangkan, juga memudahkan dalam menguasai materi pelajaran.
Tabel
3.7. Persentase hasil observasi terhadap aktivitas peserta didik dengan menggunakan
media “Alga Maji”
|
No |
Pertanyaan |
Nilai Rata-rata |
Ket |
|
1 |
Berfikir
dalam mencari jawaban |
94,17 |
A |
|
2 |
Berkomunikasi
aktif dalam pembelajaran |
94,17 |
A |
|
3 |
Berkolaborasi
dalam kelompok |
85,00 |
B |
|
4 |
Menunjukkan
kreatifitas dalam menjawab |
94,17 |
A |
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan
bahwa peserta didik menunjukkan proses berfikir dalam menjawab materi soal soal
tentang haji dan umrah nilai rata-rata 94,17. Soal- soal yang berupa soal HOTS
yang disajikan membuat peserta didik berfikir pada tataran menganalisis,
mengavaluasi dan mencipta. Selain itu, soal-soal HOTS juga meransang peserta
didik untuk berfikir kritis. Peserta didik terlihat aktif dalam komunikasi pada
pembelajaran disaat mereka harus mengemukakan jawaban dan diskusi dalam
kelompok. Terlebih lagi siswa dari tiap tiap kelompok menjelaskan proses
pelaksanaan ibadah haji dan umroh dengan media “Alga Maji” sudah sesuai dengan urutan
pelaksanaan haji dan umrah. Proses ini tentunya akan melatih kemampuan
berkomunikasi peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 94,17. Ketika
peserta didik selesai menjelaskan tata cara pelaksanaan haji dan umrah dan
bertanya kepada kelompok yang lain, setiap kelompok yang lain berdiskusi untuk
mencari jawaban yang tepat. Seluruh peserta didik berkolaborasi di dalam
kelompoknya, mereka terlihat aktif dalam berdiskusi dengan perolehan nilai
rata-rata 85,00. Walaupun ada beberapa peserta didik yang terlihat kurang aktif
dalam diskusi kelompok. Seluruh peserta didik terlihat antusias dalam seluruh
proses pembelajaran dan menunjukkan kreativitas dalam menjawab pertanyaan nilai
rata-rata 94,17. Tugas-tugas kelompok dari soal-soal tentang ibadah haji dan
umrah menuntut peserta didik untuk kreatif dalam membuat kalimat dan membuat
pertanyaan berbeda dari kata kunci yang diberikan.
2.
Hasil
Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media “Alga Maji”.
Bedasarkan hasil perolehan nilai peserta
didik dari post test yang dilaksanakan setelah dilaksanakan pembelajaran
menggunakan media “Alga Maji” menunjukkan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.8. Hasil belajar peserta didik
setelah diterapkan inovasi.
|
No |
Rentang
Nilai |
Kategori |
Jumlah
Siswa |
Prosetase |
Ket |
|
1 |
91 – 100 |
Sangat Baik |
7 |
25 % |
Tuntas |
|
2 |
81 – 90 |
Baik |
6 |
25 % |
Tuntas |
|
3 |
70 – 80 |
Cukup |
14 |
50 % |
Tuntas |
|
4 |
≤ 70 |
Kurang |
0 |
0 % |
Tdk Tuntas |
|
Jumlah |
27 |
100 % |
|
||
Dari hasil diatas menjelaskan dari 27
orang peserta didik terdapat 7 orang atau 25 % yang mendapatkan kategori sangat
baik dengan rentang nilai 91-100. Terdapat 6 orang atau 25 % yang mendapatkan
kategori baik dengan rentang nilai 81-90. Terdapat 15 orang atau 50 % yang
mendapatkan kategori cukup dengan rentang nialai 70-80. Dan hal ini menunjukkan
bahwa seluruh peserta didik yang berjumlah 27 orang tuntas dalam pembelajaran. Berdasarkan
data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) materi haji dan umrah dengan menggunakan media “Alga Maji” dapat
meningkatkan ketuntasan belajar peserta didik khususnya materi haji dan umrah.
Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah dan persentase peserta didik yang mencapai
ketuntasan belajar 100 %. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas IX A
SMP Negeri 4 Gantung materi Haji dan Umrah dengan menggunakan media “Alga Maji”
menunjukkan proses pembelajaran yang membuat peserta didik termotivasi dan
bersemangat serta meningkatkan hasil belajar peserta didik.
G.
Diseminasi
Media pembelajaran “Alga Maji” ini telah
diseminasikan oleh penulis dalam Pertemuan guru di ruang perpustakaan SMP
Negeri 4 Gantung Kabupaten Belitung Timur pada tanggal 14 November 2018. Pada
kegiatan diseminasikan tersebut, penulis memaparkan seluruh proses pembuatan
media Alat Peraga Manasik Haji (Alga Maji), dan penulis memberikan materi
tentang inovasi pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”. Guru-guru yang
hadir langsung mempraktikkan pembelajaran menggunakan media “Alga Maji”. Mereka
memberikan tanggapan yang positif terhadap inovasi tersebut. Sebagai
ketertarikan terhadap media pembelajaran “Alga Maji”, beberapa guru PAI meminta
penulis untuk membimbing guru PAI dalam pembuatan media “Alga Maji”, sehingga
sekolah mereka juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.
Gambar 3.6. Kegiatan diseminasi media
pembelajaran “Alga Maji” hadapan guru guru
Teman Sejawat di SMP Negeri 4 Gantung
BAB
IV
PENUTUP
A. Simpulan
Inovasi ini merupakan suatu upaya
untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menghadirkan pembelajaran
berkompentensi dan menyenangkan di kelas yaitu berfikir kritis, kolaborasi,
komunikasi dan kreativitas, serta mengembangkan karakter peserta didik melalui
kegiatan pembelajaran PAI menggunakan media “Alga Maji” pada materi haji dan
umrah. Peningkatan proses dan hasil belajar dapat dilihat dari hasil angket
dari peserta didik dan observasi
langsung yang dilakukan guru, serta hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Berdasarkan data dan pembahasan yang
telah diperoleh selama pembalajaran PAI materi haji dan umroh dengan meggunakan
media “Alga Maji” di kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur, diperoleh
simpulan sebagai berikut:
1.
Pembelajaran PAI materi haji dan umrah dengan
menggunakan media “Alga Maji” dapat mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era
revolusi industri 4.0 yaitu: berfikir kritis dalam menjawab pertanyaan,
berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah, berkomunikasi aktif dan juga menunjukkan
kreativitas dalam pembelajaran.
2.
Penggunaan media “Alga Maji” dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Haji dan Umrah dapat meningkatkan
hasil belajar peserta didik. Hal ini didukung proses pembelajaran yang menyenangkan
dan memotivasi peserta didik serta memudahkan untuk menguasai materi dengan
metode pembelajaran Audio Visual.
B. Saran
Berdasarkan hasil penerapan inovasi
media “Alga Maji” maka dalam penelitian ini, yang dapat dijadikan saran adalah:
1.
Guru dapat menggunakan metode dan media
“Alga Maji” sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar dan
menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dalam membentuk karakter peserta
didik.
2.
Kegiatan pembelajaran menggunakan media
“Alga Maji” sangat bermanfaat bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang
bermakna, menyenangkan yang mampu membangun minat dan motivasi peserta didik.
DAFTAR
PUSTAKA
Arsyad,
Azhar.2007. Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Angkowo.2007.
Optimalisasi Media Pembelajaran.
Jakarta: Grasindo.
Dahar,
Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar
dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga.
Daryanto.
2012. Media Pembelajaran. Bandung:
PT.Satu Nusa.
Djamarah,
Syaiful Bahri,dkk.2010. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Herman.
2016. Penggunaan Media Audio Visual Haji untuk meningkatkan kemampuan dan hasil
belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palembang Tahun Pelajaran 2016/2017. Jurnal Pendidikan Interes. Media Aksara
Kabupaten Magetan. Volume I, Nomor 4, Oktober 2018.
Rahayu,
Muji.2015. Penggunaan Metode Demontrasi dan Media Maket Ka’bah Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Haji dan Umroh di kelas IX SMP
Muhammadiyah Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan. LPMP Kalimantan Selatan. Nomor 1 Jilid 7, Agustus
2018.
Sudjana,
Nana.2009. Penilaian Hasil Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Rosda Karya.







0 komentar:
Posting Komentar