Berhentilah
Mengeluh dan Perbanyaklah Bersyukur
Oleh,
Heriyanto Helmi, S.H.I.
Orang beriman pasti akan
diuji dengan keburukan dan kebaikan selama ia masih hidup. Hal itu tidak lain
untuk meningkatkan derajatnya di sisi Allah serta membuatnya menjadi pribadi
yang tangguh dan penuh empati terhadap sesama manusia. Ketika manusia
lahir ke dunia, bahkan ketika masih di dalam kandungan, ia sudah mengalami
banyak ujian. Ia diuji, misalnya, dengan ibu yang mengandungnya. Apakah sang
ibu dengan tulus menjaganya, memberinya asupan yang baik agar tumbuh sehat
hingga waktu melahirkan tiba, atau sebaliknya, tak peduli, bahkan dengan tega
menggugurkannya karena tak menginginkannya. Bagi
orang beriman, hidup sejatinya adalah panggung ujian. Ujian itu tak mesti
melulu berbentuk sesuatu yang buruk. Ujian bisa juga sesuatu yang baik. Setelah
lahir, manusia makin bertambah ujiannya. Apakah orang tua akan merawatnya atau
menelantarkannya, mendidiknya dengan baik atau menyianyiakannya, mensyukurinya
atau malah menyesal telah melahirkannya. Semakin dewasa, ujian makin bertambah
ketika berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Ternyata, tidak semua
orang bersikap baik, bahkan ada yang menyakitinya atau berbuat jahat
terhadapnya. Ketika orang di uji dengan kesusahan, maka
akan timbul rasa mengeluh yang seolah-olah dirinyalah yang mendapat ujian
paling berat dari Allah swt.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi
beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau Anda termasuk orang
yang suka mengeluh maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat
situasi yang anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan menguras energi
Anda dan menciptakan perasaan negatif yang tidak memberdayakan diri Anda. Coba
tanyakan diri Anda apabila seandainya, Anda memiliki dua orang teman, yang
pertama selalu mengucapkan kata-kata positif dan yang kedua selalu mengeluh,
Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Saya yakin jawaban Anda
adalah teman yang pertama, karena pada dasarnya semua orang senang berhubungan
dengan orang-orang positif yang kata-katanya membangun, menghibur, menguatkan. Yang
menjadi pertanyaan adalah mengapa kita sering mengeluh? Kita mengeluh karena
kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau
keinginan kita. Dan Anda perlu sadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap
hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai
dengan apa yang kita inginkan.
Jadi cara
mengatasinya sebenarnya mudah kita hanya perlu belajar bersyukur dalam segala
keadaan yang kita hadapi. Sebagai contoh, jika Anda sering mengeluh dengan
pekerjaan Anda, Anda perlu tahu berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di
Indonesia saat ini? Menurut informasi hampir 60% orang pada usia kerja
produktif tidak punya pekerjaan, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki
pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena jalanan sering macet saat
Anda mengemudi, untuk hal ini ketahuilah bahwa ada jutaan orang yang tidak
memiliki kendaraan pribadi seperti Anda. Percayalah bahwa di balik semua hal
yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri.
Para ahli psikologi mengatakan "Sikap bersyukur
adalah emosi yang tersehat". Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga
berkata, "Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada
sikap yang lain dalam hidup ini". Yang menarik adalah Anda selalu dapat
memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau
bersyukur. Ada cerita mengenai seorang pengusaha yang terbangun di sebuah rumah
sakit dan istrinya yang setia sedang mendampinginya menjalani perawatan. Pria
ini berkata pada Istrinya, "Kamu tahu waktu pertama kali kita menikah
usaha kita bangkrut dan Engkau ada di sisiku, setelah itu di tahun kedua
pernikahan kita harta benda yang telah aku kumpul buat masa depan keluarga kita
lenyap dicuri orang namun Kamu masih tetap setia menemaniku. Selanjutnya lagi
saat rumah yang telah kita cicil mengalami kebakaran Engkau pun di sisiku juga.
Melalui semua itu Kamu selalu di sisiku". Istrinya menjawab, "Ya aku
akan selamanya setia berada di sisimu suamiku dalam keadaan apapun".
Pengusaha ini berkata, "Sekarang aku terbaring lemah
di rumah sakit, Kamu tetap ada di sisiku". Ia menjawab, "Pasti, aku selalu
bersedia ada di sisimu". Kemudian pengusaha ini berkata lagi,
"Makanya sekarang aku mulai berpikir bahwa kehadiranmulah yang menjadi
pembawa semua kesialan ini". Herannya ada orang-orang tertentu yang memang
tidak paham bagaimana cara bersyukur dan orang-orang seperti ini kelihatannya
tidak pernah dapat melihat sesuatu hal yang baik ataupun positif karena
pandangannya cuma tertuju pada hal yang buruk. Mulai ambil waktu untuk
bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda,
keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Bersyukurlah lebih banyak
dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu
bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput
dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita
miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti
semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang Anda alami, maka jangan heran
jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan. Jangan
mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini.
Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan
pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa
suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini. Biasakan
diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang
sedang mengeluh, coba beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali.
Selalu berpikir positif dan kembangkan sikap penuh syukur lalu lihatlah
perubahan dalam hidup Anda. Tetap semangat melangkah kedepan dan menjalani
hidup.








sipppp
BalasHapus