Inovasi Guru di Tengah Pandemi
Covid 19
Oleh,
Heriyanto, S.H.I.
Guru
SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur
Peristiwa inspiratif dapat kita petik
dari tragedi jatuhnya bom di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang. Ketika bom atom
menghancurkan dua kota tersebut, hal yang pertama kali ditanyakan oleh kepala
negara Jepang yakni apakah masih ada guru dan buku yang tersisa? Hal itu
mencerminkan betapa pentingnya keberadaan guru bagi keberlangsungan sebuah
bangsa. Sebab, guru merupakan pengemban ilmu yang berisi ribuan mahkota
pengetahuan. Kemajuan suatu bangsa tidak hanya dengan bermodalkan kekayaan alam
yang melimpah namun juga ditopang oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Salah
satu pilar penting kemajuan sebuah bangsa adalah kehadiran guru. Hal ini secara
historis telah dicontohkan oleh Jepang sehingga bisa menjadi Negara maju dan
adidaya. Lalu bagaimana dengan peran guru di Indonesia? Di Negara yang gemah
ripah loh jinawi ini guru juga memiliki posisi sentral. Proses pendidikan tidak
bisa dilepaskan dari peran guru. Guru menjadi garda terdepan dalam proses
pendidikan. Tanpa guru, rasanya akan sulit bangsa Indonesia membuat konversi
tingkat melek huruf dari 5% menjadi 92%.
Tanpa guru, akan sulit membayangkan
lahirnya generasi berkualitas di Indonesia. Guru dan Arus Teknologi. Tanpa bisa
terhenti, modernitas terus melangkah. Zaman telah berubah. Kemajuan teknologi
adalah sebuah keniscayaan. Di abad ke-21 ini, kita selalu dimanjakan dengan
berbagai macam keinstanan. Mencari suatu informasi bukan hal yang sukar di zaman
ini. Melalui gawai dalam genggaman, beragam pengetahuan dari seluruh dunia akan
berdatangan ke hadapan kita. Kemajuan teknologi dan pendidikan begitu erat
berkaitan. Pendidikan dengan segala hal yang bertemali dengannya, termasuk
teknologi, terus mengalami perkembangan seiring laju zaman. Perkembangan dan
perubahan yang terjadi mencakup beberapa aspek. Mulai dari yang bersifat
kebijakan hingga pada perkembangan tataran pelaksanaan pembelajaran.
Perubahan yang menyentuh beragam aspek
itu tentu berdampak pada semua pihak. Guru menjadi salah satu pihak yang
terdampak. Guru merupakan garda terdepan dalam tataran pelaksana pendidikan.
Perannya amat vital. Kualitas dari sumber daya manusia dari hasil proses
pendidikan, sangat bergantung pada peran seorang guru. Oleh karena itu, guru
menjadi bagian sentral dan penting dalam kemajuan dan peningkatan kualitas
pendidikan. Setiap zaman selalu punya anak zamannya sendiri. Begitu pula dengan
zaman di abad ke-21 ini. Guru yang mengajar siswa di era ini tentu harus terus
berbenah. Kemajuan teknologi merupakan suatu hal yang harus diikuti oleh
seorang guru. Guru harus bisa mengubah paradigma kemajuan teknologi dari sebuah
hambatan dan kesusahan menjadi peluang dan kemudahan. Kreasi dan inovasi
seorang guru akan lebih terbantu dengan hadirnya perangkat teknologi yang
beraneka rupa.
Guru yang kreatif dan inovatif serta
kaya akan pengetahuan merupakan guru yang sangat diharapkan oleh
siswa-siswanya. Namun jangan lupa, tugas guru bukan hanya mengajar saja. Lebih
penting dari itu, guru harus mendidik. Mendidik tidak sama dengan mengajar.
Hakikat mendidik memiliki makna dan implikasi lebih luas dan kompleks dari
sekadar mengajar. Mendidik bertujuan membentuk siswa yang memiliki keseimbangan
kekuatan spiritual, kepribadian, dan sosial. Inilah yang rasa-rasanya
menjadikan posisi guru begitu berharga dan mulia. Hal itu menjadikan profesi
guru belum mampu digantikan oleh apapun. Bahkan, ketika abad ke-21 menawarkan
robot dan mesin-mesin untuk mengganti berbagai profesi, peran guru tetap tidak
bisa terganti. Benda-benda itu memang bisa mengajar dan memberikan ilmu.
Tetapi, mereka tidak bisa mendidik siswa. Mesin-mesin dan robot-robot itu hanya
dibekali dengan kecerdasan buatan (IA), tetapi tidak dengan hati buatan. Guru
mengajarkan budi pekerti kepada siswa melalui contoh berupa tingkah laku yang
mulia. Tapi, mesin-mesin itu tak akan mungkin bisa melakukannya.
Guru di Tengah Pandemi
Dunia, termasuk Indonesia, beberapa
bulan ini dikepung oleh virus corona. Hal ini memmbuat berbagai kegiatan
dirumahkan, termasuk kegiatan pendidikan. Siswa harus belajar di rumah dan guru
harus mengajar dari rumah. Mereka hanya bisa bertatap muka melalui dunia maya.
Di tengah pandemi virus corona, kemajuan teknologi seakan menemukan
momentumnya. Dampak kemjuan teknologi nampak begitu terasa dan berguna.
Perangkat-perangkat teknologi begitu membantu, memberikan akses pada kegiatan
belajar mengajar. Inovasi dan kreativitas guru seolah sedang di uji di tengah
wabah virus corona ini. Guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan
pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Bukan sekadar pembelajaran yang membebankan siswa dengan bermacam penugasan.
Namun sayangnya, hal tersebut masih jamak ditemukan. Lepas dari problem itu,
pandemi ini semakin mengukuhkan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru
masih begitu dibutuhkan di tengah arus deras gelombang kemajuan teknologi. Hal
ini nampak dari cuitan beberapa orang tua yang kewalahan memandu anaknya dalam
kegiatan belajar secara mandiri. Padahal, kanal-kanal belajar telah banyak
tersebar di dunia maya. Namun, peran guru sebagai seorang pendidik dan pengajar
tetap yang utama.
Biodata Penulis:
Nama :
Heriyanto,S.H.I.
Tempat dan Tanggal Lahir :
Seri Tanjung, 31 Juli 1984
Pekerjaan :
Guru
Tempat Tugas :
SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur Babel







0 komentar:
Posting Komentar